SEJARAH BAB 1.
Etimologi
Sejarah yang di kaitkan dengan pohon dikarenakan sejarah memiliki
keteekaitan atau hubungan dengan kehidupan masyarakat
Terminologi
Pengertian sejarah itu sesuai pemikiran para ahli muncul setelah
manusia sudah mengebal tulisan
Memahami dan menerapkan konsep berfikir Kronologi,
Diakronik, Sinkronis, Ruang dan Waktu dalam sejarah:
1. sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata
diachronich; ( dia dalam bahasa latin artinya melalui/
melampaui dan chronicus artinya waktu
). Diakronisartinya memanjang dalam waktu tetapi
terbatas dalam ruang.
2. Sinkronis artinya mempelajari ilmu sejarah meluas dalam ruang tetapi terbatas
dalam waktu.
3. Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang
diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya. Kronologi
dalam peristiwa sejarah dapat membantu
merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan
urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga
membantu untuk membandingkan kejadian sejarah
dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang
terkait peristiwanya.
4. Konsep Ruang
Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan
waktu.contohnya 09:00 pagi / 10:00 malam
Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai
peristiwa – peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu.contohnya: kota,desa dan negara.
konsep perubahan: membandingkan 2 peristiwa atau lebih.
konsep keberlanjutan : sebuah perisitwa kekuasaan akan mewariskan kebudayaan, agama, arsitektur,kebiasaan, upacara adat
Zaman glasial dan interglasial
glasial : ukuran panas bumi turun drastis maka es akan mencapai luas yang sebesar besarnya dan air laut akan turun.
interglasial : ukuran panas bumi naik, maka es mencair, dan permukaan air laut akan naik
>meganthropus
-van koeningswald
-sangiran, jawa
-1936 dan 1941
-rahang yang kuat dan badannya yang tegap
-biasanya memangsa tumbuh tumbuhan
>pithecan thropus
-Trinil, disebuah desa di pinggiran bengawan solo
-bejalan tegak
-manusia kera
-pada tahun 1890
A.Perkembangan bumi dan munculnya mahluk hidup
1.Asal usul
para ilmuwan meyakini bahwa terbentuknya alam semesta termasuk bumi berawal dari peristiwa big bang (ledakan dahsyat/dentuman) sekitar 13,7 milyar tahun lalu, ledakan ini melontarkan materi dalam jumlah sangat besar ke segala penjuru alam semesta. ledakan inilah yang disebut big bang.
pada awalnya bumi berbentuk gumpalan gas panas yang panas yang terus menerus berputar. selanjutnya keadaan bumi semakin mendingin.
A.Masa Aekaekum
masa ini adalah masa tertua yang diperkirakan terjadi 2,5 milyar tahuun yang lalu. pada masa ini keadaan bumi masih labil menyerupai gumpalan bola gas dan kulit bumi masih proses pembentukan. selain itu, blm ada tanda kehidupan. karena, temperatur bumi yg sangat panas.
B.Masa Paleozoikum
masa ini berlangsung sekitar 500-245 juta tahun yang lalu kondisi bumi pada masa ini sudah sangat stabil. sudah mulai ada tanda tanda kehidupan, terdapat hewan sejenis ikan, amfibi.
C.Masa Mesozoikum.
masa yg disebut juga Zaman Sekunder (zaman kehidupan kedua) berlangsung sekitar 245-65 juta tahun yg lalu. keadaan bumi sudah sangat stabil mulai muncul hewan seperti reptil,Dinosaurus da gajah purba / Mamoth
D.Masa Neozoikum
pada masa ini tumbuhan dan hewan seperti dinosaurus sudah mulai punah akibat hujan meteorit
Masa ini dibagi menjadi 2 :
1.Zama tersier
pada masa ini berlangsung sekitar 60 juta Tahun yang lalu dan pada masa ini mulai mucul primata seperti kera.
2.Zaman Kuarter
Pada zaman ini, sudah mulai ada nya tanda tanda kehidupan manusia purba dan homo sapiens.
Menganalisis kehidupan manusia purba dan asal usul nenek
moyang bahasa Indonesia, proton, dan deuteron melayu
Berdasarkan kesimpulan Kern bahwa nenek-moyang
bangsa Indonesia berasal dari daerah Campa di
Vietnam Utara (Tonkin), Kamboja, dan Kochin Cina
(Indocina). Namun, sebelum mereka tiba di Kepulauan
Indonesia, di Indonesia sendiri telah ada bangsa yang
lebih dulu berdiam. Bangsa tersebut berkulit hitam dan
berambut keriting (ras Negrito). Hingga sekarang
bangsa tersebut mendiami Indonesia bagian timur
pedalaman dan sebagian Australia. Jadi, sebetulnya
bangsa berkulit hitam inilah yang merupakan
penduduk asli Indonesia.
Sementara itu, sekitar tahun 1.500 SM, bangsa dari
Campa terdesak oleh bangsa lain yang lebih kuat yang
datang dari Asia Tengah (sekitar Mongol). Bangsa yang
terdesak ini lalu bermigrasi ke Kamboja dan
meneruskannya ke Semenanjung Malaka. Dari Malaka,
mereka melanjutkan pelariannya ke daerah Sumatera,
Kalimantan, Jawa, Filipina. Yang di Filipina lalu
melanjutkan perjalanannya ke Sulawesi dan Maluku.
Selanjutnya, mereka yang mendiami wilayah Indonesia
membentuk komunitas masing-masing. Mereka
berkembang menjadi suku-suku tersendiri, seperti
Aceh, Batak, Padang, Palembang, di Sumatera; Sunda
dan Jawa di Pulau Jawa; Dayak di Kalimantan,
Minahasa, Bugis, Toraja, Makassar di Sulawesi; Ambon
di Maluku. Sedangkan mereka yang bercampur dengan
bangsa asli yang berkulit hitam berkembang menjadi
suku-suku tersendiri, seperti di Flores.
Selain teori di atas, ada pendapat yang menyatakan
bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah orang-
orang Melayu.
Peta persebaran bangsa Proti dan Deutro Melayu melalui dua rute: air dan darat.
Bangsa Melayu ini telah mendiami Indonesia bagian
barat dan Semenanjung Melayu (Malaysia) sejak dulu.
Para ahli membagi dua bangsa Melayu ini: Proto
Melayu atau Melayu Tua dan Deutro Melayu atau
Melayu Muda.
1. Melayu Tua (Proto Melayu)
Bangsa Melayu Tua ini memasuki wilayah Indonesia
sekitar tahun 1.500 hingga 500 SM. Mereka masuk
melalui dua rute: jalan barat dan jalan timur. Jalan
barat adalah melalui Semenanjung Melayu kemudian
terus ke Sumatera dan selanjutnya menyebar ke
seluruh Indonesia. Sementara jalan timur adalah
melalui Kepulauan Filipina terus ke Sulawesi dan
kemudian tersebar ke seluruh Indonesia. Para ahli
memperkirakan bahwa bangsa Melayu Tua ini
peradabannya satu tingkat lebih tinggi dibandingkan
dengan manusia purba yang ada di Indonesia. Orang-
orang Melayu Tua ini berkebudayaan Batu Muda
(Neolitikum). Benda-benda buatan mereka masih
menggunakan batu namun telah sangat halus.
Kebudayaan kapak persegi dibawa bangsa Proto
Melayu melalui jalan barat, sedangkan kebudayaan
kapak lonjong melalui jalan timur. Sebagian dari
mereka ada yang bercampur dengan ras kulit hitam.
Pada perkembangan selanjutnya, mereka terdesak ke arah
timur karena kedatangan bangsa Melayu Muda. Keturunan
Proto Melayu ini sampai kini masih berdiam di Indonesia
bagian timur, seperti di Dayak, Toraja, Mentawai, Nias, dan
Papua. Sementara itu, bangsa kulit hitam (Ras Negrito) yang
tidak mau bercampur dengan bangsa Proto Melayu lalu
berpindah ke pedalaman atau pulau terpencil agar terhindar
dari pertemuan dengan suku atau bangsa lain yang mereka
anggap sebagai “peganggu”. Keturunan mereka hingga kini
masih dapat dilihat meski populasinya sedikit, antara lain
orang Sakai di Siak, orang Kubu di Palembang, dan orang
Semang di Malaka.
2. Melayu Muda (Deutro Melayu)
Bangsa Melayu Muda memasuki kawasan Indonesia sekitar
500 SM secara bergelombang. Mereka masuk melalui jalur
barat, yaitu melalui daerah Semenanjung Melayu terus ke
Sumatera dan tersebar ke wilayah Indonesia yang lain.
Kebudayaan mereka lebih maju daripada bangsa Proto
Melayu. Mereka telah pandai membuat benda-benda logam
(perunggu). Kepandaian ini lalu berkembang menjadi
membuat besi. Kebudayaan Melayu Muda ini sering disebut
kebudayaan Dong Son. Nama Dong Son ini disesuaikan
dengan nama daerah di sekitar Teluk Tonkin (Vietnam) yang
banyak ditemukan benda-benda peninggalan dari logam.
Daerah Dong Son ini ditafsir sebagai tempat asal bangsa
Melayu Muda sebelum pergi menuju Indonesia. Hasil-hasil
kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia di
antaranya adalah kapak corong (kapak sepatu), nekara, dan
bejana perunggu.
Benda-benda logam ini umumnya terbuat dari tuangan
(cetakan). Keturunan bangsa Deutro Melayu ini selanjutnya
berkembang menjadi suku-suku tersendiri, misalnya Melayu,
Jawa, Sunda, Bugis, Minang, dan lain-lain. Kern
menyimpulkan hasil penelitian bahasa yang tersebar di
Nusantara adalah serumpun karena berasal dari bahasa
Austronesia Perbedaan bahasa yang terjadi di daerah-daerah
Nusantara seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, Aceh, Batak,
Minangkabau, dan lain-lainnya, merupakan akibat dari
keadaan alam Indonesia sendiri yang dipisahkan oleh laut
dan selat.perbedaan bahasa pun disebabkan karena setiap pulau di Indonesia
memiliki karakteristik alam yang berbeda-beda. Semula
bahasa bangsa Deutro Melayu ini sama, namun setelah
menetap di tempat masing-masing mereka pun
mengembangkan bahasa tersendiri. Kosakata yang dulu
dipakai dan masih diingat tetap digunakan, sedangkan untuk
menamai benda-benda yang baru dilihat di tempat tinggal
yang baru (Indonesia) mereka membuat kata-kata mereka
sendiri. Jadi, jangan heran, bila ada sejumlah kata yang
terkadang sama bunyinya di antara dua suku namun
memiliki arti yang berbeda sama sekali, tak ada hubungan.
Ada pula kata yang memiliki arti yang masih berhubungan
meski tak identik, seperti kata “awak”. Kata awak bagi orang
Minang berarti “saya”, sedangkan menurut orang Sunda
berarti “badan”.
Selanjutnya, bangsa Melayu Muda inilah yang berhasil
mengembangkan peradaban dan kebudayaan yang lebih
maju daripada bangsa Proto Melayu dan bangsa Negrito yang
menjadi penduduk di pedalaman. Hingga sekarang keturunan
bangsa Proto Melayu dan Negrito masih bermasyarakat
secara sederhana, mengikuti pola moyang mereka, dan
kurang bersentuhan dengan budaya luar seperti India, Islam,
dan Eropa. Sedangkan bangsa Deutero Melayu mampu
berasimilasi dengan kebudayaan Hindu- Budha, Islam, dan
Barat.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH. :)